Samn0body's Blog

Terdiam

Posted on: May 23, 2010

Sore kemarin aku mengungkapkan niat hatiku untuk kembali bekerja di Jakarta. Mama terdiam lama untuk berfikir. “Kamu serius?” tanya Mama. Namun sepertinya Mama tidak butuh jawabanku karena sebelum aku sempat menjawabnya, Mama meneruskan, “sebenarnya Mama dan Papa senang kamu memutuskan untuk pulang. Rumah ini sepi sekali sejak Velin pergi. Kalau kamu juga pergi, akan tambah sepi lagi.”

Bibirku terkatup rapat. Semangatku turun drastis. Aku menatap mug kopiku.

“Tapi, kalau memang kamu maunya kembali ke sana, tidak apa,” kata Mama lagi. Aku mengangkat kepalaku dan melihat ada kesedihan di mata Mama. Mengapa aku merasa seperti anak durhaka?

“Belum pasti sih, Mam. Aku cuma mikir aja, soalnya aku ditawarin kerjaan di sana dengan gaji yang lumayan,” kataku pelan. “Aku masih belum memutuskan,” kataku getir.

“Kamu pikirkan baik-baik, Sammy. Mama terserah kamu.” Aku kembali diam. Suara TV terdengar kembali. Tadi Mama me-mute-kan suara TV karena sedang azan magrib. Sinetron Mama mulai. Mataku dan Mama kembali terarah ke layar 31 inci itu. Namun isi kepalaku menerawang jauh.

Advertisements
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated

May 2010
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d bloggers like this: