Samn0body's Blog

I Love her Attention

Posted on: April 10, 2010

Kemarin malam, Windy datang ke rumah membawa sebuah bungkusan belanjaan. Hadiah ulangtahun yang terlambat katanya.

Sebuah jaket merah. Aku suka. Bukan karena warnanya merah, namun karena itu barang pemberiannya. Sebenarnya aku sudah bilang aku tidak ingin kado ulangtahun, namun dia tetap ngeyel. Well, what the hell, I love it.

Windy, dia manis malam itu. Pipinya agak bersemu merah malam itu. Sedikit demam katanya.

“Kenapa masih datang? Kenapa ga langsung pulang dan tidur? Sudah minum obat? Makan?” tanyaku bertubi-tubi. Dia hanya tertawa kecil.

“Banyak banget pertanyaannya. Aku baik-baik aja. Cuma sedikit demam saja. Sudah makan kok.” Tanpa meminta persetujuannya aku menempelkan telapak tanganku ke jidatnya dan pipinya dan lehernya. Sedikit panas.

“Wind, kamu agak panas. Tadi minum obat apa? Besok ga usa pergi kerja ya,” bujukku.

Windy mengangkat tangannya mencari tanganku. Tangannya membawa tanganku turun dan menjauh dari wajahnya.

“Mana bisa seenaknya nggak masuk kerja. Emangnya kamu,” canda Windy.

“Aku antar pulang ya, motor kamu taruh di sini aja. Besok aku antar ke rumah kamu.” Windy mengerutkan dahinya.

“Aduh, Sam. Aku tuh nggak apa-apa. Cuma panas sedikit. Yang sedang sakit itu kamu.” Aku memang tidak masuk kerja lagi hari itu. Demamku naik lagi pagi tadi dan batukku makin parah. Namun menjelang sore, demamku telah turun drastis dan batukkupun tak separah tadi pagi.

“Aku sudah sembuh kok,” kataku. Namun segera setelah aku berkata demikian, batukku menggila dan aku terbatuk-batuk hingga wajahku memerah. Windy menyerahkan sehelai tissue ke aku sambil tertawa kecil.

“Mana yang sudah sembuh. Masih batuk begitu.” Kini giliran dia yang menelungkupkan kedua telapak tangannya di dahiku.

“Kamu panas lagi, Sam.” Windy melemparkan pandangan khawatir ke arahku kali ini.

“Ke dokter yuk,” lanjutnya. Aku menggelengkan kepalaku. I hate doctors.

“Nggak mau. Aku sudah sembuh kok. Tinggal batuk ini aja,” kataku. Kuraih tangannya dan menggandengnya ke kamarku.

“Ke kamarku yuk. Ada DVD yang mau aku pinjamin ke kamu. Kamu pasti suka,” kataku untuk mengalihkan pembicaraan kami.

Windy menyerah. Dia tinggal setengah jam sebelum akhirnya pulang. I love her attention.

Advertisements
Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated

April 2010
M T W T F S S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
%d bloggers like this: