Samn0body's Blog

Ingin Teriak

Posted on: April 3, 2010

As if life couldn’t let me be happy for a while. Kemarin malam, dengan putus aja aku menerima kedatangan orangtua Kenny di rumah beserta dengan orangtuaku dan Tanteku.

Sore-sore sehabis tidur siang, Mama dengan muka was-was namun sumeringah menyuruhku untuk tidak keluar malam itu. “Mama Papa Kenny mau silaturami sebentar. Kamu dandan yang manis yah, Sammy.”

Aku kira aku sedang mimpi buruk, namun ini lebih parah dari mimpi buruk. Sungguh, sungguh lebih parah! Bencana!

Mau marah pun tidak bisa. Protes apalagi. Punya hak apa aku sebagai seorang anak? Mereka hanya ingin yang terbaik untukku. Baik menurut mereka. Tidak ada yang bisa kulakukan selain menjawab iya dan kemudian masuk ke dalam kamar dan merokok sejadi-jadinya. Padahal aku sudah lama berhenti merokok.

Setelah emosiku sedikit mereda, aku masuk kamar mandi dan menyirami kepalaku basah-basah, dan mandi seperlunya. Serta menghilangkan jejak bau rokok dari mulut dan kamarku.

Jam 7 malam, rombongan itu datang. Aku merasa seperti barang yang hendak dijual. Acara itu dimulai dengan acara ramah tamah, bicara basa-basi. Kemudian pembicaraan mengarah ke topik yang tak terelakkan, tentang Kenny dan aku. Kenny ini, Kenny itu, kata mama Kenny. Sammy ini, Sammy itu, kata Mama. Aku hanya menjawab seperlunya ketika ditanya. Tersenyum sopan seperlunya. Dalam hati aku berharap semua ini cepat berakhir. Teman-temanku sedang menungguku di cafe tempat kami biasa nongkrong.

“Jadi, Sammy pikir Kenny anaknya gimana? Suka?” serang Tanteku tiba-tiba. Rasanya ingin aku melemparkan tatapan garang ke Mak Comblang yang satu ini, namun aku hanya bisa tersenyum kaku kepadanya. “Kenny baik, Tante. Tapi kami hanya berteman.”

“Iya, sekarang berteman saja dulu. Kalau memang jodoh, itu bagus juga,” balas Tanteku itu. Kedua pasang orangtua sepertinya tersenyum-senyum bahagia. Oh my God. Kill me, kill me now!

Satu jam kemudian, rombongan itu pulang. Mama dan Papa sepertinya bahagia. Aku? Aku ingin menangis sejadi-jadinya. Namun tidak sekarang, pikirku. Teman-temanku sedang menunggu. Aku sudah mengatakan pada mereka aku ingin karaoke.

Pilihan laguku malam itu agak berbeda dari biasanya. Untuk melepaskan semua kekesalanku, list laguku malam itu berkisar antara slow rock hingga lagu-lagu RnB yang berlirik cepat. Aku ingin teriak sejadi-jadinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated

April 2010
M T W T F S S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
%d bloggers like this: