Samn0body's Blog

Good News, Bad News?

Posted on: March 27, 2010

Sabtu siang, seperti biasa adalah jadwal lunch dateku dengan Windy. Kali ini tidak ada pengganggu. Yippie!

Kali ini kami mengunjungi resto sushi. Entah mengapa hari ini jantungku deg-deg-an ketika memandangi matanya. Maka, aku mencari objek pandangan yang lain. Namun sesekali aku memberanikan diri menatap matanya, dalam-dalam. Dia hari ini sepertinya agak berbeda. Ada kilau di matanya, kilau yang sudah lama tidak kulihat. Mungkin hari ini dia sedang good mood, pikirku.

Seperti biasa kami berbincang tentang keluarga, keluarganya dan keluargaku, tentang tontonan yang mengisi malam-malam kami, tentang teman-teman kami, tentang rutinitas kami, diselingi dengan candaan di sana-sini. Dan tepat ketika dessert kami datang, dia membuka topik pembincangan ini.

Windy (W): Jadi, saudaraku yang ada di Jakarta menawarkanku pekerjaan ini. Gajinya lumayan.

Aku (A): Pekerjaan? Di Jakarta?

W: Iya.

A: (shock) Kapan?

W: Kapan apanya? Kapan ditawarin atau kapan harus ke sananya?

A: (masih shock) Kamu pasti mau pergi?

W: Masih belum tau sih. Aku mau konsultasi dulu sama orang yang pernah kerja lama di sana.

A: (tersenyum kecut) Aku maksudnya? Hmm… Gimana ya, semua hal ada baik buruknya.

W: Coba kasih tau aku buruknya dulu.

A: Well, satu. Biaya hidupnya tinggi. Dua. Polusinya. Tiga. Di sana panas bangets! Empat. Susah ke mana-mana kalo nggak ada transport. Ada transport pun tetap susah ke mana-mana karena macet. Lima, hmmmmm… kamu bakalan sendiri di sana.

W: Segitu aja?

A: Segitu aja buat sekarang.

W: (tertawa)

A: (tersenyum kecut) Kamu yakin?

W: Nggak yakin. Tapi aku sedang menimbang-nimbang.

A: I see.

W: Sekarang, kasitau baiknya.

A: (berdeham) Apa ya? Yang pasti di sana banyak hiburan. Banyak mal, banyak tempat hang out.

W: Aku nggak terlalu suka hang out.

A: Bad for you then.

W: (tertawa kecil) Lalu?

A: Itu saja yang terpikirkan sekarang.

W: Tidak! Lima lawan satu? Berarti menurut kamu aku tidak pergi saja?

A: Hei, kamu tanya ke orang yang salah. Kamu sedang bertanya ke orang yang memutuskan untuk meninggalkan Jakarta dan kembali ke kampung halamannya. (tertawa)

W: (tertawa)

A: Tapi… sebenarnya Jakarta tidak seburuk itu. Ada yang senang di sana, ada yang nggak. Tergantung ke individunya. Kamu sebenarnya tertarik atau nggak?

W: Aku belum tau.

A: Hmm… Pikirkan saja dulu baik-baik. (tersenyum)

W: (tersenyum) Thanks.

Dalam perjalanan pulang, aku merasa hatiku tercabik-cabik. Dia mungkin akan pergi. Rasanya jantung tertancap duri. Namun setelah aku pikir-pikir lagi, mungkin ini bukan ide yang buruk. Maksudku, aku bisa kembali ke Jakarta dan merantau bersamanya. Kami bahkan bisa satu kos bareng!

Tak kusangka sebuah senyum lebar menghiasi bibirku. Hariku cerah kembali. I love Saturday!

Advertisements
Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated

March 2010
M T W T F S S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d bloggers like this: