Samn0body's Blog

Berpisah

Posted on: March 10, 2010

Malam ini, aku memiliki janji makan malam bersama Julie. Seperti janji-janji makan malam biasanya, aku hanya diperbolehkan menyentuhnya sebatas teman saja. Aku tidak terlalu keberatan seperti sebelum-sebelumnya. Malahan, aku merasakan rileksnya bersahabat dengannya.

“Hai,” sapa Julie begitu masuk ke dalam mobil. “You smell good,” pujiku. Dia tersenyum. “You look good,” katanya. Aku tersenyum. Lima belas menit kemudian kami sampai di resto favorit kami. Setengah jam kemudian kami melahap pesanan kami.

“Mau coba prestoku?” tanyaku. Sebelum Julie sempat menjawab, aku sudah menyendokkan satu sendok presto ikan bandeng beserta sedikit nasi putih ke arahnya. Julie tidak menjawab, dia hanya memajukan kepalanya dan menyambut makanan itu.

Aku menunggunya mengunyah. “Enakkan?” tanyaku. Senyumnya cukup untuk memberikan jawaban atas pertanyaanku.

“Sam, aku mau bicara serius,” kata Julie setelah pelayan menyingkirkan piring kami. Ketika itu kami sedang menunggu coklat panas dan capucinno pesanan kami, beserta sepotong brownies coklat.

“Apa?” Perasaanku tidak enak. Dalam hati aku berharap topik pembicaraan kami bukan tentang Windy.

Julie memandangiku lama dan lekat sebelum akhirnya dia melanjutkan, “Ini soal keluarga aku. Mereka sudah tau kalau aku lesbian.”

Aku ingat aku hanya diam tak bereaksi. Kurasa aku hanya terlalu terkejut. Yang kuingat selanjutnya, Julie menjulurkan tangannya dan menelungkupkannya di atas tanganku. Dingin, tangannya dingin, itu kuingat.

“Mamaku bilang dia akan mencoba mengerti tentang semua ini. Tapi, dia ingin aku juga mencoba menjalani hubungan dengan pria. Sekali saja, dengan pria pilihan Mama. Bila memang aku memutuskan aku tidak bisa, Mama janji akan menerima “pilihanku” sendiri.”

Kurasa aku diam terlalu lama, hingga Julie mengenggam tanganku untuk memastikan aku bereaksi kali ini.

“Sam, aku mulai besok akan menjalani hubungan pilihan mama. Aku tidak bisa bertemu lagi denganmu. Aku tidak tau sampai kapan, namun aku mau kamu janji untuk tidak menghubungiku. Aku yang akan menghubungimu, nanti. Sam, kamu bisa mengertikan?” Mata Julie berkaca-kaca. Aku mengerti, sangat mengerti keinginannya untuk membahagiakan ibunya.

“I will try,” kataku.

Brownies coklat pesanan kami akhirnya datang. Anehnya, malam ini kue kesukaan kami berdua itu terasa lebih pahit dari malam-malam sebelumnya.

Advertisements
Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated

March 2010
M T W T F S S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d bloggers like this: