Samn0body's Blog

Be Careful, Sam!

Posted on: March 7, 2010

Kemarin malam, entah bagaimana, saat aku sedang makan malam dengan Julie, kami tidak sengaja bertemu dengan Windy. Dia bersama seorang pria, juga sedang makan di sana.

Julie yang melihat Windy dahulu. Aku sedang sibuk dengan laptopku, biasa kerjaan menumpuk. Tanpa kusadari Windy sudah duduk di samping Julie. “Hei, sama sapa tuh? Pacar ya?” kudengar Julie. “Saudara sepupu!” Kontan aku mengangkat kepalaku dan melihat Windy telah di depanku.

“Hei,” sapaku. Hanya itu yang dapat keluar dari mulutku. Windy membalasnya dengan kata yang sama. “Kerja atau online tuh?” lanjut Windy. “Kerja,” balasku singkat. Tak berapa lama, pria muda yang disebut Windy sebagai saudara sepupunya bergabung dengan kami.

Kami malam malam bersama. Terpaksa kusingkirkan laptopku. Lebih banyak aku mengajak sepupu Windy itu berbicara, karena Windy dan Julie sepertinya sibuk berbicara sendiri.

Btw, namanya Evan. Dia masih SMA kelas 2, bersekolah di SMA yang sama denganku. Lebih banyak kami berbicara tentang guru-guru di sekolah. Apa Ibu A masih saja genit dengan siswa dan kejam pada siswi? Bapak B masih mengajar dengan membawa satu penggaris kayu panjang? Ibu C masih sering mengibaskan rambutnya bak gadis iklan shampoo setiap lima detik? Bapak D masih sering tidur di kelas selama mengajar? It was fun.

Malam semakin larut ketika akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Ketika di area parkir, kurasa aku memandangi Windy lebih lama dari yang seharusnya kulakukan. Mungkin karena itu Julie bertanya begini padaku, “Sam, aku penasaran nih, kamu suka Windy?”

“What?!” kataku, pura-pura kaget. Frankly, aktingku kurang meyakinkan, kurasa.

“Jujur aja deh. Kelihatan kok,” kata Julie santai. Aku melirik dan melihat Julie tidak menunjukkan reaksi marah sedikitpun. Makanya, aku memutuskan untuk jujur saja.

“Sedikit. Dia cantik,” kataku. Dari sudut mataku, aku melihat Julie tersenyum kecil. “Tapi kamu juga cantik kok,” kataku lagi.

“Dasar gombal!” Julie melemparkan jaket yang ada dipangkuannya ke arahku. Jaket itu jatuh ke pangkuanku dengan sukses. Untung kami sedang berhenti di lampu merah. Aku tersenyum, dia tersenyum.

Kemudian dia memandang ke luar, “She may not be gay, but I bet she can sense how you feel about her. Sooo, be careful, Sam.” Aku tertegun.

Advertisements
Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated

March 2010
M T W T F S S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d bloggers like this: