Samn0body's Blog

Hubungan

Posted on: March 4, 2010

Aku tidak terlalu baik dalam berhubungan yang melibatkan kata cinta. Lihat saja sejarah percintaanku. Cinta pertama, cinta monyetku pada Windy yang hanya bertahan selama masa puberku dan kemudian dia menghilang dari hidupku.

Pacar pertama, cinta monyet. Teman SMAku. Aku diputuskan karena dia tidak tahan hubungan jarak jauh dan memutuskanku setelah mendapat penggantiku.

Pacar kedua, kakak angkatanku ketika kuliah. Idealis sejati. Putus setelah aku mengetahui dia tidak cukup mencintaiku untuk memberikanku perhatian yang sama seperti perhatiannya ke kancah politik kampus maupun negara.

Pacar ketiga, teman kuliah. Pria baik-baik. Akhirnya. Sayangnya, aku yang telah putus dua kali dari pria berengsek malah tidak dapat menghargai cinta sejati dari seorang pria baik-baik. Aku malah menyebutnya bukan pria karena dia tidak menyakiti hatiku. Namun setidaknya aku memberikannya keperawananku untuknya. Kami putus setelah dia mengatakan tidak tahan dengan keabsenan hatiku setelah pacaran lebih dari 3 tahun.

Pacar keempat, kembali aku mendapatkan pria baik-baik. Atasanku ketika aku mulai kerja di Jakarta. Dia terlalu baik untukku malah. Aku memperlakukannya dengan semena-mena sebenarnya. Dia kupanggil kala kubutuh, dan kubuang kala tidak. Namun dia sangat sabar, terlalu sabar. Ketika aku memutuskannya untuk pria lain, dia tetap mau berteman denganku.

Pacar kelima, selingkuhanku. Ternyata dia memang pria brengsek. Setelah puas denganku, dia mencari korban lain.

Pacar keenam, pacar keempatku sebenarnya. Dia menembakku kembali kala aku patah hati karena perselingkuhan pacar kelimaku. Kembali aku mematahkan hatinya ketika aku memutuskan hubungan kami (lagi) ketika aku memutuskan untuk kembali ke kampung halamanku.

Dan, kemudian aku bertemu kembali dengan Windy. Cinta pertamaku. Namun, hatiku patah dan patah dan patah dan patah. Dia seperti tercipta bukan untukku. Sialnya!

Pacar ketujuh, Julie. Aku belajar banyak hal darinya. After all, she is my first girlfriend! Namun, seperti orang bodoh, aku kembali menghancurkan hubunganku dengan semua yang berbau baik. Untungnya aku tidak terlalu bodoh untuk menghilangkan dia dari hidupku. Kami masih berteman, teman dengan ekspektasi untuk menjadi pasangan lagi nanti ketika kami sudah siap kembali.

Namun, aku tidak mengerti. Sepertinya aku melakukan kesalahan lagi. Julie sepertinya menghindariku dua hari ini. Sial! Mengapa aku sungguh sial dalam hal berhubungan?

Advertisements
Tags:

2 Responses to "Hubungan"

Hmm, tulisannya cukup menohok dan menarik. Saya seperti pernah baca dimana yah ide seperti ini.. Ada benarnya juga dan cocok direferensikan silang dengan artikel saya Kenapa Wanita Suka Bajingan. Saya yakin baik pria dan wanita sebenarnya tidak ingin saling menyakiti, dan kita masing-masing perlu mengetahui bagaimana cara melindungi diri.

Salam kenal, sobat, nanti saya akan berkunjung lagi..

Lex dePraxis
Unlocked!

thanks for reading ^ ^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated

March 2010
M T W T F S S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d bloggers like this: