Samn0body's Blog

Dunia Buku

Posted on: January 21, 2010

Kemarin malam, aku pergi nonton bersama teman-teman badmintonku. Sambil menunggu jam nonton, kami berjalan ke Gramedia. Gerombolan baruku ini adalah gerombolan kutu buku dulu ketika kami masih sekolah. Semua suka baca. Bersama, sepuluh tahun kemudian kami masih segerombolan kutu buku dengan outfit yang lebih mendingan daripada dulu.

Dan di tengah candaan dan sesi cuci mata, salah seorang temanku membuka-buka sebuah buku. Aku mengenali sampul buku itu. Buku itu! Aku turut membantu menerjemahkannya. Aku tersenyum sendiri. Temanku itu bahkan tidak tau akan hal itu. Karena nama penerjemah tersembunyi di halaman rincian depan, dan tertulis dengan sangat kecilnya. Dan tidak akan ada orang yang pernah tertarik untuk memerhatikannya.

Hatiku tergelitik. Dan tanpa berpikir panjang, aku berjalan ke arahnya dan melakukan sesuatu yang hampir tidak pernah aku lakukan.

“Susan, coba liat dhe ini. Liat deh nama ini,” kataku sambil menunjuk ke halaman di belakang halaman judul. Menunjuk ke nama penerjemah. Sedetik kemudian, temanku itu terpekik dan teman-teman yang lain langsung mengerumuni kami. Frankly, aku tidak mengharapkan reaksi yang begitu… mengagetkan.

Tanpa aku sadari aku menjadi pusat perhatian semua teman-temanku dan kurasa wajahku memerah karena aku merasa telinga dan pipiku memanas.

“Wow! Ternyata kamu hebat juga!” puji Susan. Seketika aku menyesal membagikan informasi itu. Dengan tersipu malu aku melambaikan tanganku sambil berkata, “Ah, biasa aja.”

“Ada buku lain yang kamu terjemahin, Sam?” tanya temanku yang lain. “Ada beberapa lagi, tapi ga seterkenal yang ini.” Selama beberapa menit aku hanya merasakan aku sungguh bodoh. Aku pikir aku pasti keliatan sangat belagu. I mean, I only translated a few books! What’s a big deal!

Namun ketika kami melangkah meninggalkan toko buku itu, tanpa bisa kupungkiri, aku merasakan secercah rasa bangga. Karena aku telah meninggalkan namaku dalam dunia buku. Dunia yang dulu menjadi teman kala kusedih dan bahagia. Kala kubutuh teman untuk berpetualang dalam dunia fantasi. Kala kubutuh pengetahuan dan damai. Setidaknya salah satu mimpiku telah menjadi nyata. Mendapatkan namaku tertera dalam sebuah buku (atau lebih), walau hanya sebatas menjadi penyadur bahasanya saja.

Suatu hari nanti, aku ingin namaku tertulis dengan huruf yang lebih besar dan dicetak dengan megahnya di halaman sampul buku itu, berdampingan dengan judul bukunya. That’s the dream.

Advertisements
Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated

January 2010
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
%d bloggers like this: