Samn0body's Blog

Pingin Curhat

Posted on: January 15, 2010

Seorang teman, teman lama, menyarankanku untuk berpindah hati. Tentu saja dia tidak mengetahui hati mana yang kudiami sekarang. Seandainya! Seandainya semudah itu aku dapat berpindah hati.

Hubunganku dengan Windy tidak berjalan ke mana-mana. Aku dan dia sungguh hanya sebatas teman. Aku menjaga hatiku, takut hatiku luluh lantak ketika ditolak mentah-mentah olehnya. Aku tidak berani mendekat lagi, tidak setelah dia tidak menunjukkan rasa apapun kepadaku. Aku pengecut, aku tau itu.

Dan bertemu dengannya setiap minggu dan tidak dapat mengatakan apapun kepadanya, tidak dapat menunjukkan rasa sukaku, tidak dapat menyentuhnya dan menggenggam tangannya, tidak dapat menciuminya sungguh hanya membuat hariku semakin kelam.

Ingin rasanya aku berhenti dari jadwal mingguan itu. Menghindari dia, setidaknya hingga aku dapat menghilangkan rasa ini.

Ingin rasanya aku dapat membicarakan hal ini kepada orang lain. Curhat securhat-curhatnya. Aku tidak dapat membagi hal ini dengan Gabby lagi. Aku sudah memutuskan untuk tidak mengikut sertakan Gabby dalam hal ini, tidak setelah insiden lalu.

Aku tidak ingin Wani mengetahui ini karena aku tidak ingin kehilangan teman tertawa. Aku tau dia akan menerimaku apa adanya. Dia pasti bisa mengerti dan menawarkan bahunya untukku, namun semua akan berubah setelah itu. Cara dia menatapku tidak akan sama lagi. Dan aku tidak ingin itu terjadi.

Aku berfikir untuk curhat dengan Zhang, teman lesbiku. Zhang, berbeda denganku, sudah coming out. Well, setidaknya dengan teman-temannya. Dia bahkan memiliki komunitasnya sendiri di kota kecil kami. Aku dulu beberapa kali hang out bersama mereka ketika aku baru saja pulang kampung.

Gabby dulu melarangku membicarakan perasaanku kepada sesama jenis pada Zhang. Dia takut aku semakin menjadi, kau tau lah. Aku, dulu, sependapat dengan Gabby. I mean, if I were Zhang, I would like to have more friends in my community. Tapi aku tau Zhang tidak akan dengan sengaja membuatku tersesat. Sebagian karena dia teman yang baik, dan sebagian lagi karena aku memang sudah kehilangan arah sejak jantungku berdetak lebih cepat ketika aku melihat Windy ketika aku masih remaja.

Namun, setiap kali ada memiliki kesempatan untuk mengatakan hal itu kepada Zhang, aku terdiam dan tak bisa berkata-kata. Apa yang salah?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated

January 2010
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
%d bloggers like this: