Samn0body's Blog

Cemburu

Posted on: January 7, 2010

Beberapa minggu yang lalu. Di tengah-tengah film Avatar, aku berbalas-balasan sms dengan Windy. Sesuatu yang jarang kulakukan, kau tahu, karena aku tidak suka diganggu bila aku sedang asyik nonton. Namun karena yang mengganggu adalah Windy, dan telah lama kami tidak berkomunikasi, aku tidak mengindahkan peraturan yang kubuat untuk diriku sendiri.

Jadi, di tengah film yang lumayan kunikmati itu, aku berbalas-balasan sms dengan Windy tentang acara tahun baru kami. Sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu kunantikan, kau tau, dengan semua drama yang mungkin muncul.

Di sampingku, aku menyadari bahwa Wani mengawasiku. Maksudku, dia tidak bereaksi apa-apa, namun aku tahu, setelah film ini selesai, dia pasti akan. Dia pasti tahu aku sedang ber-sms-an dengan Windy. Kurasa dia mulai menciumi perasaan yang kupunya untuk Windy, atau semacamnya. Namun apapun itu, intinya ini bukan sesuatu yang baik.

Dan benar, sekeluarnya kami dari ruangan theater yang super dingin di tengah malam buta (jam di hapeku telah menunjukkan jam 11an lewat) Wani mengandeng tanganku selayaknya pasangan lesbian. Aku merutuk dalam hati.

“Jadi, kamu langsung ke gereja kan? Mau aku yang antar atau ikut Vina dan Wira aja?” tanyaku. Aku tidak berani menggerakkan tanganku dan menepis gandengannya.

“Nggak tahu. Liat aja nanti. Mereka nunggu kita di bawah. Kamu yakin ga mau ikut ibadah Natal? Ikut aja ya,” bujuk Wani untuk yang kesekian kalinya.

“Nggak ah. Malas. Aku mau pulang dan tidur aja. Lagian, agamaku kan bukan Kristen, Wan.” Aku menekan tombol G lift dan lift yang penuh dengan orang-orang yang satu theater dengan kami tadi bergerak turun. Beberapa detik kemudian, kami tiba di lantai dasar Mal.

Vina dan pacarnya Wira sudah menunggu di depan pintu keluar. Wani akhirnya mengikuti mereka dan pergi ke gereja, sedang aku pulang ke rumah, seperti yang kurencanakan dari awal.

Ketika aku berjalan ke mobilku yang kuparkir di depan mall, di depanku berjalan satu pasangan lesbi. Aku yakin karena salah satu dari wanita itu berpakaian layaknya lelaki. Celana chaki selutut dan kemeja kotak-kotak berwarna biru dan hitam. Rambut yang dipotong pendek dan bergel. Sepatu skets. Sedangkan wanita yang satunya lagi berambut panjang terurai lurus, mengenakan gaun selutut, sepatu berhak dan tas jinjing kecil berwarna merah. Keduanya bergandengan tangan dan saling bercanda. Tampaknya mereka tidak perduli akan lirikan orang-orang.

Usia mereka masih sangat muda, bila kulihat. Mereka pasti anak-anak kuliahan semester awal. Aku memerhatikan mereka bergerak ke parkiran motor. Pengamatanku harus berhenti karena aku telah sampai di mobilku. Dengan lemah aku masuk dan menstarter mobilku dan melaju pulang.

Dalam hati aku iri dengan pasangan itu. Mereka telah saling menemukan pasangan mereka, dan mereka berani menunjukkan jati diri mereka di depan orang lain.

Advertisements
Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated

January 2010
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
%d bloggers like this: