Samn0body's Blog

Modelling School

Posted on: December 25, 2009

“Ce, aku mau masuk Modelling School,” kata adikku Velin. Bukannya aku terkejut atau apa, karena semua orang, mau ataupun tidak, harus mengakui bahwa dia memang punya setitik bakat dalam bidang itu, namun untuk terjun ke bidang tersebut, itu bukan sesuatu yang dimimpikan oleh orang tua manapun. Apalagi karena modelling school yang dia maksud berada di Jakarta dan otomatis kami tidak bisa memonitornya secara langsung.

Kami sekeluarga cukup protektif pada Velin, mengingat dia anak bungsu dalam keluarga kami dan mudah terpengaruh. Bukan berarti kami tidak mempercayai dia. Bukan itu. Tapi dunia ini bukan tempat yang aman, apalagi di bidang yang ingin dia tekuni.

Jadi, sebagai seorang kakak yang protektif, aku memusatkan pikiranku pada kemungkinan terburuk.

Aku (A): Modelling school? Yang mana? Di mana?

Velin (V): Di Jakarta, Aneka Yess punya.

A: Aneka? Beneran tuh? Tau dari mana?

V: Ada di majalahnya. Ini. Coba liat. (menyodorkan majalah remaja edisi terbaru)

A: (dengan enggan mengambilnya dan membaca halaman yang dimaksud) Yakin nih?

V: Iya. Aku mau ngembangin bakat aku.

A: Ada tes masuk ga nih? Belajarnya jadwalnya gimana? Dapat apa aja dari sana? Taun ajaran berikutnya kapan? Selasainya kapan? Nanti kamu tinggal di mana? Siapa yang bayarin uang sekolah kamu?

V: Ce, satu-satu dong pertanyaannya.

A: Ok, coba jelasin.

V: Nggak pake tes masuk. Jadwal belajarnya aku masih belum tau. Pokoknya belajar selama tiga bulan. Kemungkinan mau tinggal bareng temanku yang sudah kerja di Jakarta. Uang sekolah, minta dibiayain sama Mama.

A: What? Kok ga pasti gitu sih? Masa ada sekolah yang ga jelas kapan mulai ajaran barunya?

V: Kan semacam kursus gitu, Ce Sammi.

A: Tetap aja. Keliatannya ga prof banget.

V: Ce, ini yang ngelolah Majalah Aneka Yess loh!

A: Tetap aja! Terus soal tes masuk. Yakin ga ada tes masuk?

V: Iya, aku uda telepon tadi.

A: (tertawa kecil) Pasti kamu uda kawatir ada persyaratan tinggi badan.

V: Enak aja! Aku kan ga cebol-cebol banget!

A: (berfikir) Uda kasitau Mama?

V: Belum, ini baru mau denger pendapat Ce Sammi dulu.

A: (berfikir) Ce sih ga mengelarang gimana, tapi menurut Ce mending kamu pikirin baik-baik lagi. Rencanakan semua ini dengan mapan dulu, baru kamu minta ijin sama Mama dan Papa.

V: Aku uda yakin kok.

A: (mencubit pipi Velin) Kamu ini! Selalu begitu. Ambil keputusan ga pakai ditelaah dalam-dalam.

V: Dipikir terlalu dalam nanti malah basi duluan!

A: (tertawa geli) Kamu ini! Dibilangin juga!

V: (manja) Jadi Ce Sammi setuju kan?

A: Mending kamu tanya sama Mama dulu deh.

V: Ce Sammi bantu ngomong sama Mama juga ya. Terutama sama Papa.

A: Nggak ah… Takut sama Papa. (tertawa)

V: Ih, Ce Sammi! Bantuin ya…. yaaaaaaaaa….

A: Biayanya mana?

V: Asyik! (bangun dan menari-nari kegirangan)

A: (tersenyum, namun dalam hati khawatir) Vel, mending kamu konsultasi juga sama Ko Lendi.

V: Iya.. iya. Ce Sammi, ngomong ke Papa gimana ya?

A: Yeh, meneketehe!

V: Aaaaaahhhh, Ceeeeeeeee…. (merengek manja)

Advertisements
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: