Samn0body's Blog

Masalah

Posted on: December 25, 2009

Satu lagi masalah muncul dari seorang pria yang berusaha mendapatkan perhatianku. Orang itu bukan siswaku, tentu saja. Karena aku dengan senang hati akan memberikan perhatianku kepada mereka, selama cara mereka baik. Orang itu bukan pula Teddy, karena aku tidak menghiraukan dia. Jadi, buat apa pusing.

Orang itu adalah mantanku, Shane. Seseorang yang kupikir dapat kujadikan tameng pada pesta resepsi pernikahan abangku. Seseorang yang dulu kusakiti cukup parah namun tidak menaruh setitik dendampun padaku.

Pertemuan Shane dengan orangtuaku yang pertama dan terakhir kali beberapa minggu yang lalu telah memberikan kesan tertentu pada kedua orangtuaku, terutama Papa.

Aku memang jarang memperkenalkan pacarku pada kedua orangtuaku (alasan utamanya adalah karena mereka tidak tinggal di kota yang sama). Mereka hanya sebatas mengetahui nama dan pekerjaan mereka. Dan pekerjaan orangtua mereka bila mereka tertarik.

Namun, dengan Shane, Papaku benar-benar telah memberikan lampu hijau. Seolah aku butuh lampu hijau itu. Dan sialnya lagi, begitu Papa menyukai seseorang, sulit baginya untuk menerima bahwa puterinya tidak lagi menyukai orang yang bersangkutan.

Shane bukan pria yang jelek. Maksudnya, dia baik. Dia tidak buruk rupa. Dia memiliki pekerjaan yang menjanjikan. Keluarganya juga memiliki latar belakang yang sama denganku. Dia juga rela pindah agama demi untuk menikahiku, bila Papa memintanya. Namun, aku tidak lagi suka dia. Bagiku, sekarang dia adalah teman yang kadang-kadang kubalas sms ataupun emailnya.

Aku sungguh sudah tidak tahan dengan keribetan masalah ini, namun aku juga tidak ingin bertingkah seperti seorang yang menyebalkan, maksudku, a bitch. Dulu aku telah menyakiti Shane cukup parah, menurutku, dan sekarang bila memikirkan bahwa aku harus melakukan itu lagi kepadanya dan kepada Papaku, sungguh aku tidak ingin. Pikirkan saja karma buruk yang akan tertimpa ke kepalaku.

Mungkin aku bisa bilang pada Shane bahwa aku seorang lesbian. Mungkin dia akan melepaskanku lebih cepat dan lebih tidak menyakitkan. Soal Papa, mungkin aku cukup bilang padanya bahwa Shane berubah pikiran soal lamarannya.

Kalau saja semua ini semudah itu. Seolah hidupku tidak kurang menyedihkan dan merepotkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: