Samn0body's Blog

Suka, Sayang, atau Cinta?

Posted on: December 15, 2009

Tiga hari telah berlalu dan banyak sekali kejadian yang telah terjadi sejak terakhir aku mencatatkan kehidupanku dalam blog ini namun ada dua hal yang paling penting. Hal pertama yang paling besar adalah sekarang aku telah memiliki seorang kakak ipar. Abangku telah resmi mempersunting kekasih hatinya dan sekarang mereka telah menjadi satu.

Kedua, aku resmi menyadari perasaanku untuk Windy. Ternyata yang selama ini kurasakan kepadanya bukanlah cinta. Hal ini baru kusadari ketika aku duduk menyaksikan pemberkatan pernikahan abangku dan kakak iparku, Tiffani.

“Apakah kalian tahu apa perbedaan suka, sayang dan cinta?” tanya pendeta yang memberkati kedua pasangan sebelum sakramen pernikahan dimulai. Aku yang setengah bosan dan bila diibaratkan baterai hape, energiku tinggal 60 persen, tertegun dan serius mendengarkan.

“Suka adalah ketika kamu ingin memiliki seseorang, sayang adalah ketika kamu ingin memberikan kebahagiaan baginya dan bukan dirimu sendiri. Sedangkan cinta adalah ketika kamu akan melakukan apapun untuk kebahagiannya walaupun kamu harus mengorbankan jiwamu.”

“Ketika kamu menyukai seseorang dan orang itu sedang menangis, kamu akan berkata, “Sudahlah, jangan menangis.” Ketika kamu menyayangi seseorang dan orang itu sedang menangis, kamu akan menangis bersamanya. Sedangkan, ketika kamu mencintai seseorang dan orang itu sedang menangis, kamu akan membiarkannya menangis di pundakmu sambil berkata, “Mari, kita selesaikan masalah ini bersama-sama.”

“Ketika kamu menyukai seseorang, kamu akan memaksanya untuk menyukaimu. Ketika kamu menyayangi seseorang, kamu akan membiarkannya memilih. Namun ketika kamu mencintai seseorang, kamu akan selalu menantinya dengan setia dan tulus,” kata pendeta itu.

Mendengarkan ceramah singkat dari seseorang yang tidak pernah kukenal ini, aku akhirnya mengetahui dengan pasti apa yang kurasakan, apa yang sebenarnya ingin kulakukan.

Aku tidak benar-benar mencintai Windy. Aku hanya sebatas menyukai dia, atau setidaknya menyayangi dia. Dia adalah cinta monyetku. Tentu saja perasaan pertama itu tidak akan pernah hilang. Yang kurasakan sekarang adalah kenangan akan masa lalu.

Namun itu tidak berarti bahwa semua perasaan yang kurasakan untuk dia sejak kami bertemu kembali adalah semu. Tidak. Aku masih menyukai dia. Tapi rasa itu bukan cinta.

Dia sebentar lagi akan datang ke rumahku. Aku menjanjikan dia oleh-oleh dari Jakarta, dan karena kondisiku yang benar-benar tidak fit setelah menempuh perjalanan pulang sendiri, dia yang datang ke tempatku.

Sambil menunggu kedatangannya, aku mengetikkan ini dan akhirnya setelah beberapa bulan ini, aku mengerti dan tidak lagi bingung akan apa yang terjadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: