Samn0body's Blog

Persahabatan

Posted on: December 15, 2009

Aku dan Gabby sedang dalam masa renggang kami. Hal ini baru terjadi dua kali dalam masa persahabatan kami berdua. Pertama terjadi ketika kami baru saja sekost bersama pada masa kuliah. Seperti layaknya pasang suami istri yang baru menikah, kami berdua menyadari kelemahan kami masing-masing. Kami bertengkar hebat, walau kemudian berbaikan kembali, dengan inisiatif dari Gabby, tentu saja.

Sekarang adalah yang kedua kali. Kami masih berkiriman pesan dan saling mengabari keadaan dan kejadian besar yang terjadi dalam kehidupan kami, namun isi komunikasi itu hanyalah cangkang luarnya saja.

Malam itu, setibanya di Jakarta, aku langsung menuju kost Renata ketika orangtuaku memberikan ijin kepadaku untuk menikmati semalam di Jakarta tanpa tetek-bengek pernikahan abangku. Sebagai gantinya keesokan harinya aku harus pulang awal dan berkonsentrasi penuh pada kesibukan kami. Persyaratan lainnya adalah, aku harus membiarkan Shane yang mengantariku.

Aku mengiyakan, namun setibanya di lobby, aku langsung memanggil taksi dan pura-pura lupa bahwa aku telah mengiyakan persyaratan yang baru saja kami sepakati. Shane bahkan tidak bisa menepati janjinya untuk tidak menjemputku di bandara, apalagi bila dia menyadari bahwa orangtuaku mengharuskanku diantar-jemput olehnya. Kepalanya akan terlalu besar hingga aku akan mati sesak bersamanya.

Aku bahkan harus mengusirnya secara halus dari apartement setelah dia menjemput kami dari bandara. Hal itu sungguh sangat susah, mengingat dia dan papaku sudah seperti pinang dibelah dua. Mereka sungguh sangat cocok.

Anyway, malam itu, di kamar kost Renata, aku mencurhatkan masalahku dengan Gabby. Renata tidak berkata apa-apa. Dia tidak mengkritik aku ataupun Gabby. Dia hanya berkata, “Sudahlah, manusia kan berbeda. Kalian pasti akan berbaikan kembali.” Dia bahkan tidak menanyakan hal yang membuat aku dan Gabby bertengkar. Aku berasumsi, pertama dia menyadari bahwa bila aku tidak ingin bercerita, dia tidak perlu bertanya. Kedua, dia telah tahu dari Gabby.

Yang pertama maupun yang kedua, aku tidak perduli. Aku selalu tau aku dapat mempercayakan rahasiaku kepadanya. Seandainya dia tidak terlalu sibuk dan terbebani dengan permasalahan-permasalahan keluarganya sendiri, aku mungkin sudah curhat kepadanya dulu sebelum aku menghubungi Gabby.

Sesunggunhnya Renata lebih enak diajak berdiskusi tentang perasaaanku yang baru saja kualami, kau tau, tentang aku menyukai seorang wanita. Dia memiliki beberapa teman lesbian dan dia berpandangan super luas dan bebas. Dia bisa menerima perbedaan dan benar-benar menerimanya.

Dan lagi, aku sedikit memiliki perasaan untuknya. Bila dia bukan teman dekatku dan aku tidak mengenal dirinya hingga ke bagian paling buruk dalam dirinya, aku mungkin telah benar-benar jatuh cinta padanya.

Renata adalah wanita Palembang. Dia juga keturunan Cina. Pertama kali mengenalnya di kampus, aku tidak menyukainya. Namun setelah mengenalnya lebih dekat, aku mengagumi usaha kerasnya menyekolahkan dirinya sendiri, keputusannya untuk menjadi seorang vegetarian, keteguhannya menjadi tulang punggung keluarga dengan membagi penghasilan perbulannya ke rekening adiknya, rekening orangtuanya, dan membayar cicilan rumah untuk keluarganya.

Dia adalah wanita paling hemat yang pernah kukenal. Bayangkan saja, dia dapat bertahan hidup hanya dengan uang 100 ribu perbulan. Sudah termasuk uang makan dan uang transport. Dia dapat saja menghabiskan semua penghasilannya dan bertingkah tidak bertanggung jawab, namun dia tidak.

Alasan lain, dia sungguh hot. Dan dia sepertinya tidak terlalu tertarik pada pria. Dengan penampilannya dan kepribadiannya yang sangat supel, dia dapat mendapatkan pria manapun, namun dia masih saja tahan menjomblo setelah putus dari mantannya 3 tahun yang lalu.

Aku pernah mencurigai bahwa dia sebenarnya lesbian, namun dia selalu menyangkalnya. Dia bahkan pernah berkata, “Lebih baik aku jadi bikuni daripada menjadi lesbian. Nenekku bisa meninggal mendadak bila aku menjadi lesbian.” Benar-benar Renata. Selalu memikirkan tentang keluarganya dulu daripada dirinya sendiri.

Advertisements
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: