Samn0body's Blog

Brother Complex

Posted on: December 15, 2009

Di antara kesibukan sebelum keberangkatanku ke Jakarta, aku menyempatkan diri untuk mengunjungi karanganku ini. Dari pagi orangtuaku telah bangun dan menyiapkan semua hal. Aku sudah mengepak beberapa pakaian dan perhiasan dan make up dan high heels dan peralatan mandiku dalam sebuah koper. Aku juga telah membelikan pesanan oleh-oleh untuk keluarga di sana.

Dalam waktu satu jam lagi (bila tidak ada delay), aku, bersama keluargaku, akan berangkat ke Jakarta dan lusanya, kami akan merayakan hari pernikahan abangku. Hari itu adalah hari besar bagi keluarga kami, khususnya bagi kedua orangtuaku.

Abangku adalah anak pertama mereka, dan anak laki-laki mereka yang pertama. Semua beban keluarga ada di pundaknya bila mama dan papaku tidak lagi ada. Makanya, orangtuaku memperlakukan abangku berbeda dari kami yang lain.

Sejak kecil, aku selalu melihat sosok abangku sebagai bahan tiruanku. Sejak kecil aku suka mengikutinya bermain bersama teman-temannya. Aku meniru gaya bicaranya, gaya berpakaiannya, gaya bertemannya.

Ketika abangku pergi ke Jakarta untuk kuliah, aku kehilangan sesuatu dalam hidupku. Walau kami sama seperti layaknya abang adik kebanyakan yang kadang-kadang bertengkar dan berkelahi, namun aku tidak pernah tidak menyukainya atau membencinya.

Abangku adalah tipe laki-laki yang kujadikan model ketika aku mencari pria, Eddi tidak termasuk karena dia cinta monyetku.

Ketika aku telah tahu lebih banyak, aku mencari pria yang dewasa dan berwawasan luas, bertanggung jawab, memiliki karir yang mapan, mencintai keluarga, dan tentu saja bukan anak mami.

Aku bahkan pernah menyukai seorang pria hanya karena dia mirip penampilannya dengan abangku. Gabby meledekiku habis-habisan begitu dia tahu. Dia sejak itu selalu berpendapat bahwa aku menderita brother complex.

Sekarang, abangku akan menikah dan membina keluarganya sendiri. Tidak akan ada banyak yang berubah, katanya. Mamaku berkata aku malah mendapatkan seorang kakak yang selalu kuinginkan. Mungkin mama benar, namun aku selalu merasa ada jarak antara Tiffani dan aku. Dan aku takut dia akan membawa jarak yang sama itu antara hubunganku dengan abangku.

Advertisements
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: