Samn0body's Blog

Cinta dan Keluarga

Posted on: December 11, 2009

Sehari sebelum resepsi pertunangan, semua orang tampak kelelahan. Semua kantung mata menghitam dan semua bahu cenderung jatuh. Aku menguap sepanjang waktu sekarang. Selera makanku juga sangat jauh berkurang dari biasanya.

Windy (W): Lagi di mana?

Aku (A): Di rumah. Di kamar adik.

W: Lagi ngapain emang?

A: Baring-baringan aja. Capek banget.

W: (tertawa kecil) Kasiannya.

A: (tersenyum, capekku menghilang sedikit mendengar suara tawanya) Kayanya kamu senang aku sengsara.

W: (tertawa lepas) Aku penasaran kamu jadi kaya apa setelah dimake up tebal.

A: (tersenyum) Makanya, kamu harus datang ke resepsinya.

W: Diusahain, Sam. Kapan calon kakak ipar dan besan kamu pulang ke Jakarta?

A: Hari Minggu. Pagi.

W: Bisa dong kita main badminton sorenya?

A: Badminton? Wah, iya. Hampir aku lupa.

W: Dasar pelupa. Bisa kan, tapi?

A: Ayo!

W: Kamu harus bisa ya.

A: Badaipun, aku datang. (dari luar kamar, abangku Lendi memanggil)

W: Suara siapa?

A: Abangku. Bentar ya. (Belum sempat aku membalas panggilan abangku, sosok tinggi kurus abangku sudah masuk ke kamar dan mendapatiku di ranjang, berbaring sambil bertelepon ria.)

Lendi (L): Sammi, ayo makan. Lagi ngapain sih?

A: Iya, bentar. Bentar lagi aku keluar.

L: (dengan pandangan menyelidik) Teleponan sama siapa?

A: Teman. Keluar gih. Nanti aku nyusul.

L: (semakin curiga) Cepatan, nanti bagianmu diembat Rizal.(keluar, menutup pintu)

A: Sorry, tadi abangku masuk.

W: Ga apa. Kamu disuruh makan?

A: Iya. Tapi malas banget. Terlalu cape buat makan.

W: Jangan dong. Sana makan. Tutup aja teleponnya. Telepon lagi aja nanti.

A: Malas.

W: Jangan gitu. Nanti kamu pingsan besok.

A: Bagus dong, biar nanti bisa langsung tidur.

W: Dasar. Sudah, sana makan. Nanti aku marah loh.

A: Duh, kok gitu?

W: Iya, karena aku ga mau kamu sakit. Sudah ya. Aku tutup teleponnya.

A: Iyaaa deh. Ya sudah. Selamat malam. Mimpi yang indah.

W: Malam. Selamat makan. Tidur awal yah hari ini.

A: Iya. Night.

W: Night.

Dengan malas aku keluar dari kamar dan menuju ruang makan. Saudara-saudaraku telah menunggu di sana sambil menikmati makan malam mereka. “Aku minum teh aja ya,” kataku.

“Sini, bagian cece buat aku aja,” sahut Rizal adikku. Aku meletakkan hapeku di meja, setelah itu melangkah ke dapur untuk membuat air panas. “Ada teh tarik lagi ga ya?” tanyaku.

“Kayanya ada di rak atas.” Velin menjawab dengan mulut setengah penuh.

Setengah menit kemudian ketika aku kembali dan mendudukkan pantatku ke kursi di samping abangku, aku menemukan abangku telah memegang hapeku. “Hape baru nih? Aku liat ya.”

“Boleh, liat aja. Bagus loh, ko. Kameranya bagus,” jawabku. Perlahan kunikmati aroma teh dan susu dari cangkirku. Airnya masih panas, jadi aku menyumut teh susu itu sedikit demi sedikit.

Hapeku tiba-tiba berbunyi. Sms masuk. “Ada sms dari Windy,” kata abangku. Secepat kilat kuambil hapeku dan membuka sms itu. “Tidur yang nyenyak ya malam ini. –Windy”

“Siapa Windy?” tanya abangku dengan santai. “Teman,” jawabku

“Cewek atau cowok tuh?” tanyanya lagi. “Cewek.Teman lama, ko.”

“Ce Sammi tuh seharusnya udah mulai cari pacar tuh. Nanti keburu tua dan peot,” canda Rizal. Mereka semua tertawa kecil.

“Enak aja! Siapa yang peot! Masih imut kaya gini,” balasku. Dalam hati, aku berharap topik pembicaraan abangku tidak lagi ke arah Windy.

“Kata mama, tante kemarin jodohin kamu sama anaknya temannya? Gimana tuh?” tanya abangku. Yes!

“Ga suka! Tampangnya lebih hancur dari Rizal,” serentak kami semua tertawa, kecuali Rizal tentu saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: