Samn0body's Blog

Memandanginya

Posted on: December 8, 2009

Tidak seperti hari Sabtu lainnya, aku menemukan satu alasan untuk bangun dari tempat peraduanku dan keluar dari rumah untuk makan siang. Windy. Secara casual dia mengajakku keluar untuk makan siang. “Aku jemput sekarang ya.” Cukup satu kalimat darinya, aku bergegas mengenakan make up seadanya, mengucir rambutku, mengganti baju dan berusaha menenangkan detak jantungku kala menunggu dia datang.

Sepanjang makan siang, aku memuaskan mataku untuk merekam setiap gerak-geriknya. Kali ini aku tidak lagi malu-malu untuk memandanginya. Lekat ke relung jiwanya. Dia banyak tersenyum. Kurasa karena aku juga begitu.

“Nanti kamu jadi jogging sama Wani?” tanya selepas mengantarku kembali ke rumah. “Iya, kalo nggak hujan,” kataku. “Masuk dulu ga?”

“Jangan deh, jam makan siang udah mau selesai. Lain kali aja,” jawabnya. Dia sudah menstarter motornya kembali.

“Ok. Selamat kerja lagi. Hati-hati ya. Nanti aku telepon kamu,” kataku.

“Ok, bye.”

Aku memandanginya berlalu, kemudian masuk rumah. Ketika aku masuk, ternyata mama dan papaku telah pulang. Setengah mati aku menghapus senyum bahagiaku agar tidak ketauan aku sedang jatuh cinta. Namun, kurasa usahaku tidak terlalu berhasil. Secepat kilat mama langsung berkomentar, “Dari mana? Kok senyum-senyum sendiri?”

Sebelum aku sempat berbohong Papa sudah mengomel tentang mobilnya yang kotor karena hujan. Jadi, kuputuskan untuk menjawab omelan papa daripada pertanyaan mama yang satu itu.

“Keluar makan siang, Ma. Memang lagi musim hujan, Pap. Masa mau dicuci trus kotor lagi kena hujan. Percuma juga,” sautku. Segera setelah itu, aku menggendong Momo, kucingku, ke kamarku. Selamat. Selamat.

Di kamar, kutunggu hingga jarum jamku menunjukkan jam 1 siang. Kemudian dengan cepat kudial nomornya. “Halo?” sautnya.

“Hai. Sudah sampai di kantor?” tanyaku manis.

“Iya, baru saja. Lagi ngapain?”

“Nggak ngapa-ngapain. Di kamar aja. Main sama Momo.”

“Oh. Ngelanjutin nonton? Atau biarin TV kamu buat nonton kamu?” Windy tertawa kecil.

“Yang kedua. Tapi TVku sudah terbiasa denganku kok. Dia nggak komplain.”

Kali ini dia tertawa lepas. Tanpa tatapan menyelidik mama, aku tersenyum sumeringah. Love really makes your life so colorful.

Advertisements
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: