Samn0body's Blog

Family Time

Posted on: December 8, 2009

Keluargaku terdiri dari mama dan papaku, abangku Lendy, aku, adik laki-lakiku Rizal dan adik perempuanku Velin. Aku, Velin dan orangtua kami bermukim di kota dan rumah yang sama, sedangkan Rizal masih berkuliah di Yogyakarta, dan abangku di Jakarta.

Keluargaku bukan keluarga yang sangat dekat satu sama lain. Kami tidak berteriak satu sama lain, tapi kami juga tidak berbagi cerita dari hati ke hati setiap hari. Kami tipikal keluarga keturunan Cina. Orangtua harus dihormati karena telah melahirkan dan membesarkan kami. Anak-anak harus berbakti kepada orangtua ketika kelak dewasa.

Karena sejak dulu kami telah terbiasa hidup terpisah karena alasan pendidikan dan pekerjaan, kami tidak benar-benar memiliki waktu keluarga selain tahun baru Cina yang biasanya jatuh sekitar bulan Desember hingga Februari. Biasanya kami semua akan berkumpul di rumah dan merayakan perayaan itu bersama selama beberapa hari.

Aku ingat aku dan Rizal selalu bolos kuliah sekitar satu minggu untuk merayakan Imlek bersama orangtua kami dan Velin di kampung halaman. Abangku, karena pekerjaannya, tidak pernah pulang lagi sejak mulai bekerja. Dia hanya dapat mengambil cuti panjang pada bulan puasa. Alhasil, kami tidak memiliki foto keluarga yang lengkap sejak 2004, ku kira.

Kali ini, karena alasan lain yang sangat penting, kami sekeluarga akan tinggal serumah lagi selama beberapa hari. Kurang lebih seminggu lagi, abangku dan adik laki-lakiku terbang pulang dan kami akan tinggal serumah lagi untuk terakhir kalinya sebelum abangku menikah.

Kemarin malam, orangtuaku dan aku dan adik perempuanku sibuk menyiapkan rumah. Sebenarnya aku dan Velin dan papa hanya terseret oleh kesibukan mama. Sejak pulang dari toko, mama sudah sibuk membersihkan rumah untuk menyambut kepulangan kedua anak laki-lakinya dan kemudian calon besannya.

Sorenya, kami yang tidak tahan melihat mama sibuk sendirian, akhirnya memutuskan untuk membantu. Sambil mengganti gorden di ruang tamu, kami menikmati waktu keluarga bersama. Kami berceloteh soal masa lalu dan masa depan.

Hari itu aku menyadari bahwa mama dan papa tampak tua, namun bahagia. Anak pertama mereka akan membangun keluarganya sendiri. Aku merasakan ada satu kebanggaan tersendiri bagi mereka. Tak kusadari, wajahku juga memancarkan kebahagiaan tersendiri.

Advertisements
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: