Samn0body's Blog

Rokok

Posted on: December 2, 2009

Insomia yang tadi malam kualami membuatku memutuskan untuk bolos dari pekerjaan. Dengan alasan sakit, aku memberikan kabar ke tempat kerjaku dan meneruskan tidurku hingga jam 9 pagi. Bila Wani tidak meneleponku barusan dengan girang untuk memberikanku kabar mengenai pelayan cute di cafe yang biasa kami kunjungi telah menjadi SPB (Sales Promotion Boy) di perusahaan tempatnya bekerja, aku tentu masih mengawang di dunia mimpi.

Setelah menutup telepon dari Wani, aku memutuskan untuk menelepon Windy. Kemarin malam, dia adalah salah satu alasan mengapa aku tidak bisa tidur. Aku memikirkan dia sepanjang malam, hingga jam 3.

“Halo? Sam?” sautnya.

“Hai, pagi. Lagi sibuk?”

“Lumayan. Kamu di mana? Kok suaranya masih ngantuk begitu?”

“Di tempat tidur. Hari ini ga pergi kerja,” jawabku, ternyata suaraku masih belum 100% sadar.

“Ya ampun. Sakit?”

“Hm? Sakit? Ga,”

“Sam, aku harus tutup telepon sekarang. Nanti sms aja yah?”
”Tunggu. Nanti siang makan bareng ya,” sautku sebelum Windy sempat menutup telepon.

“Makan siang ya? Nanti aku kabarin kalo bisa ya. Udahan dulu ya, bye.” Tanpa menunggu responsku, panggilanku dimatikan. Ini jauh lebih buruk daripada kemarin malam saat dia tidak membalas smsku.

Aku tidak bisa meng-sms Gabby lagi setidaknya selama beberapa hari ini untuk berkeluh-kesah dengannya. Tanpa Gabby mengutarakannya langsung dari mulutnya sendiri, aku menyadari bahwa permasalahanku ini telah menjadi tambahan beban tersendiri di pundak Gabby.

Jadi, di sini aku, di dalam kamarku, sambil mengetik blog ini, aku menyalurkan stressku. Dengan menarik asap rokok beracun ke dalam tubuhku, aku menghembuskan stressku keluar bersama dengan segala racun yang tersisa.

Ya, aku merokok. Ya, aku tau rokok akan membunuhku. Ya, orangtuaku tidak tahu. Tidak, aku belum dalam tahap kecanduan. Tidak, aku hanya merokok kala stress. Tidak, aku tidak berencana untuk berhenti dalam waktu dekat.

Hapeku yang sedang kucharge menjerit, ada sms masuk. Dengan segera aku menyambarnya dan membuka pesan baru itu. Ternyata dari Wani. Seperti biasa, sms darinya selalu bernada humor. Sambil ber-sms-an dengannya aku menganalisa, apa aku dapat mempercayakan rahasiaku kepadanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: